Saturday, August 9, 2014

KONSINYASI ( disertai contoh soal dan jawaban )



A.    Pengertian Konsinyasi :
Konsinyasi merupakan suatu perjanjian dimana salah  satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barang kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan harga dan syarat yang diatur dalam perjanjian.

B.     Pihak – Pihak yang Terlibat Konsinyasi :
1.      Pengamanat ( Consignor ) / Konsinyor
adalah pihak yang menitipkan barang atau pemilik barang. Pengamanat akan tetap mencatat barang yang dititipkannya sebagai persediaan selama barang yang dititipkan belum terjual atau menunggu laporan dari komisioner.


2.      Komisioner ( Consigner ) /konsinyi
adalah pihak yang menerima barang.

C.    4 Hal yang yang merupakan ciri dari transaksi konsinyasi Yaitu :
1.      Barang Konsinyasi harus dilaporkan sebagai persediaan oleh Konsinyor, karena hak untuk barang masih berada pada Konsinyor.
2.      Pengiriman barang Konsinyasi tidak menimbulkan pendapatan bagi Konsinyor dan sebaliknya.
3.      Pihak Konsinyor bertanggungjawab terhadap semua biaya yang berhubungan dengan barang Konsinyasi kecuali ditentukan lain.
4.      Komisioner dalam batas kemampuannya berkewajiban untuk menjaga keamanan dan keselamatan barang-barang komisi yang diterimanya.

D.    Alasan Komisioner menerima perjanjian Konsinyasi, antara lain :
1.      Komisioner terhindar dari resiko kegagalan memasarkan barang tsb.
2.      Komisioner terhindar dari resiko rusaknya barang atau adanya fluktuasi harga.
3.       Kebutuhan akan modal kerja dapat dikurangi.

E.     Alasan-alasan Konsinyor untuk mengadakan perjanjian Konsinyasi :
1.      Konsinyasi merupakan cara untuk lebih memperluas pemasaran.
2.      Resiko-resiko tertentu dapat dihindarkan misalnya komisioner bangkrut maka barang konsinyasi tidak ikut disita.
3.      Harga eceran barang tersebut lebih dapat dikontrol.

F.     Akuntansi untuk Konsinyasi :
Prosedur akuntansi bagi Konsinyor maupun Konsinyi dalam buku mereka masing-masing ada 2 metode, yaitu :
1.      Metode Terpisah.
Dalam metode terpisah laba atau rugi dari penjualan konsinyasi disajikan secara terpisah dengan laba atau rugi penjualan biasa atau penjualan lainnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pada akhir periode dapat diketahui berapa laba atau rugi yang diperoleh dari penjualan konsinyasi dan berapa laba atau rugi yang diperoleh dari penjualan lainnya.

2.      Metode Tidak Terpisah.
Dalam metode tidak terpisah laba atau rugi dari penjualan konsinyasi tidak dipisahkan dengan laba atau rugi dari penjualan biasa atau penjualan lainnya. Hal ini akan mengakibatkan pada akhir periode perusahaan tidak dapat mengetahui berapa laba atau rugi yang diperoleh dari penjualan konsinyasi dan berapa laba yang diperolah dari penjualan biasa atau penjualan lainnya. Untuk tujuan pengendalian intern sebaiknya perusahaan tidak menggunakan metode ini.

      Klik Disini Untuk Contoh Soal dan jawaban Akuntansi Konsinyasi ( dalam bentuk PPT )

Masukan Emailmu Untuk Langganan Artikel Ecotax (Free):

Delivered by FeedBurner

No comments:

Post a Comment

Sebagai pengunjung blog yg baik jgn lupa y tinggalkan komentar, saran atau y itu gak usah dibilang agan2 semua tau kan, agar blog ini bisa terus memberikan informasi pada agan - agan semua.