Thursday, August 28, 2014

Masyarakat Ekonomi Asean / Asean Economic Community



Tahun depan ( 2015 ) kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean / pasar bebas asean mulai berlaku. AEC yang menyerupai Masyarakat Ekonomi Eropa/ EU diharapkan akan memiliki askes ekonomi dan diplomasi yang lebih terbuka, terbuka dan menguntungkan.

     Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan ketika ASEAN Economic Community (AEC) 2015 mulai diterapkan, pasar Indonesia
paling potensial di wilayah ASEAN, dengan prosentase 60 persen dari pasar ASEAN saat ini. Bayu mengatakan besarnya pasar Indonesia tersebut telah dilirik  para pengusaha luar negeri, khususnya ASEAN. Hal ini tercermin dari laporan perwakilan negara di wilayah ASEAN yang menunjukkan tingginya minat warga negara ASEAN mempelajari Bahasa Indonesia.
 

    Dikatakan tantangan utama yang dihadapi pengusaha ketika memasuki era AEC adalah menciptakan produk inovatif yang berdaya saing tinggi dan didukung oleh sumber daya manusia   yang profesional, infrastruktur, teknologi dan pemerintah dalam hal menciptakan iklim usaha yang kondusif. Menurut  Bayu  dengan produk yang berdaya saing di tingkat dunia dan didukung oleh sumber daya manusia   profesional yang berkompeten, Indonesia  mampu bersaing dan menjadi pemain di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

    Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Perdagangan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga/kementerian terkait akan memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha dalam upaya menciptakan produk berdaya saing tinggi.Dikatakannya, diberlakukannya AEC mulai Desember 2015 bagi Indonesia bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi, hal itu merupakan peluang bagi para pelaku usaha di Indonesia berekspansi ke wilayah ASEAN tanpa adanya hambatan. Namun di sisi lain kran akan terbuka luas bagi produk luar negeri masuk ke Indonesia.

     Terkait kesiapan menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan kesiapan Indonesia baru mencapai 81 persen. Capaian  Indonesia pada fase ketiga tersebut menempati posisi ke-enam dari 10 anggota negara ASEAN.Menurut  M.S Hidayat, Indonesia harus lebih serius dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.  Dikatakan ada 3 hal penting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia, yaitu  biaya produksi di Indonesia masih lebih mahal jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Kedua yaitu permasalah infrastruktur dan terakhir mengenai kesiapan Indonesia di bidang jasa.

Sumber :    rri.co.id/voi/post/berita/81090/fokus/pasar_indonesia_paling_potensial_menghadapi_masyarakat_ekonomi_asean_2015.html ( Dengan perubahan yang diperlukan )
Berikut ini link – link berkaitan dengan MEA/ APEC :
Jakartagreater.com/masyarakat-ekonomi-asean-2015

Tunggu untuk pembahasan selanjutnya mengenai MEA/APEC

Masukan Emailmu Untuk Langganan Artikel Ecotax (Free):

Delivered by FeedBurner

No comments:

Post a Comment

Sebagai pengunjung blog yg baik jgn lupa y tinggalkan komentar, saran atau y itu gak usah dibilang agan2 semua tau kan, agar blog ini bisa terus memberikan informasi pada agan - agan semua.