ads{color:#000;text-decoration:none;font:17px "Tahoma" ,"Trebuchet MS",Helvetica,sans-serif}

Sunday, April 23, 2017

Contoh Kasus Mengenai Piutang

Sponsor
Hallo agan2, kali ini admin ingin membahas mengenai penggadaian notes receivable, karena kebetulan kemaren admin mendapat ide untuk menulisnya di blog ini dari senpai admin jadi tanpa basa basi lagi ini dia contoh kasusnya :

a.       Moon. Inc menggadaikan piutang sebesar $1.500.000 dengan jaminan $1.000.000 ke bank. Bank membebankan finance fee dari piutang sebesar 3% dan charges interest 6%. Jurnal yang harus dilakukan untuk mencatat transaksi tersebut adalah :
Kas                              $955.000
Finance Charge           $  45.000
            Notes Receivable                                $1.000.000
(Jurnal menggadaikan Notes receivable)

Dan ini jurnal jika Moon Inc. Memutuskan untuk menebus Notes Receivable dari bank adalah sebagai berikut :
Note Receivable                      $1.500.000
Charges Interest          $90.000
            Kas                                          $1.590.000

b.      PT. X menilai notes receivable dengan fair value $810.000 dan Carrying Amount $620.000. PT.X memutuskan pada tanggal 31 desember 2012 menggunakan fair value untuk piutangnya. Maka jurnal penyusuaian yang harus dibuat PT.adalah sebagai berikut :
Notes Receivable                    $190.000
            Unrealized Holding Gain        $190.000

Unrealized Holding Gain = (Nilai Fair Value Piutang – Nilai Buku Piutang)
                                        = $810.000  - $620.000
                                           = $190.000
a.       Geary Co. Menggadaikan Piutang dagang sebesar $400.000 kepada kwik finance Co. Dengan jaminan sebesar $335.000. kwik membebankan 2% finance charge dari jumlah jaminan, dimana bunga notes adalah 10%. Selama bulan pertama geary menagih sebanyak $110.000 sesudah dikurangi diskon $380, retur penjualan $1,350 dan write off assigned accounts sejumlah $2,980. Maka yang termasuk dalam jurnal bulan pertama Geary Co adalah :
a.       Allowance For Doubtful Accounts (D) $2,980
b.      Bad Expenses (D) $2,980
c.       Cash (D) $110,380
d.      Accounts Receivable (D) $114,710
Jawab :
Pada Point (D) Account Receivable seharusnya ada di posisi kredit bukan debit karena jumlah piutang Geary berkurang karena mereka menagih/menerima $110.000 dari pelanggan dan pelanggan mendapatkan diskon $380 serta dengan adanya retur penjualan sebesar $1,350 dan penghapusan Piutang tak tertagih sebesar $2,980.

Maka jawaban untuk kemukinan jurnal yang ada pada bulan pertama geary adalah pada point : a. Sebab jika adanya penghapusan piutang maka jurnal yang digunakan untuk menghapus piutang dengan menggunakan metode tidak langsung adalah sbb :
Allowance For Doubtful Accouts (D) $2,980

                        Accounts Receivable  (K)                              $2,980

Edisi Tambahan Mengenai Pencatatan Persediaan :
c.       Data berikut menggunakan retail inventory method yang diambil dari catatan keuangan welch company.

Cost
Retail
Beginning Inventory
$49.000
$70.000
Purchases
224.000
320.000
Freight In
6.000

Net Markup

20.000
Net Mark Down

14.000
Sales

336.000

Ditanya : Berapa Ending Inventory ?
Jawab :
Ending Inventory  =   Sales – (Beginning Inventory + Purchases + (Net MarkUp – Net                              Mark Down)
                               = $336.000 – ($70.000 +320.000 +6.000 + (20.000 – 14.000)
                               = $60.000


Oke sekian dulu pembahasan kali ini, semoga bermanfaat bagi agan2 semua dan jangan lupa untuk terus mendukung blog ini agar dapat terus memberikan info/ kasus2 kepada agan2 sekalian.
Advertisement

Masukan Emailmu Untuk Langganan Artikel Ecotax (Free):

Delivered by FeedBurner

No comments:

Post a Comment

Sebagai pengunjung blog yg baik jgn lupa y tinggalkan komentar, saran atau y itu gak usah dibilang agan2 semua tau kan, agar blog ini bisa terus memberikan informasi pada agan - agan semua.