Wednesday, September 17, 2014

Hal - Hal yang Perlu Dilihat Dalam Berinvestasi Saham

   Ekspektasi atau motivasi setiap investor adalah mendapatkan keuntungan dari transaksi investasi yang mereka lakukan. Para investor yang bermain di pasar modal, khususnya saham, pasti memiliki motivasi yang sama pula, yaitu mendapatkan keuntungan. Bermain saham memiliki potensi keuntungan dalam 2 (dua) hal yaitu pembagian deviden dan kenaikan harga saham (capital gain). 
Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada semua pemegang saham. Biasanya dilakukan satu tahun sekali. Bentuk dari diveden itu sendiri, bisa berupa uang tunai ataupun bentuk penambahan saham. Sedangkan capital gain, didapat berdasarkan selisih harga jual saham dengan harga beli. Di mana keuntungan didapat bila harga jual saham lebih tinggi dari harga beli saham. 


Ini hanyalah sepotong dari keseluruhan bentuk investasi saham. Satu hal penting lain yang harus dipertimbangkan adalah ketidakpastian alias risiko. Karena investasi tidak akan terlepas dari pendapatan dan risiko. Hukum investasi yang tidak dapat dipungkiri adalah semakin tinggi ekspektasi pendapatan akan semakin tinggi pula risiko yang harus Anda ambil. Oleh karena mengenali tingkat toleransi Anda terhadap risiko akan memberikan masukan penting bagi Anda, apakah jenis investasi ini sesuai dengan apa yang Anda inginkan?
Tidaklah gampang untuk memutuskan saham mana yang akan Anda pilih dari sekian banyak saham yang tercatat (listing) di pasar modal. Sebelum Anda terjun, ikut ambil bagian dalam investasi di pasar modal khususnya saham, ada beberapa faktor penting yang menurut hemat kami harus Anda pertimbangkan sebagai investor.

Expected Rate of Return E(r)
Dalam hal ini, E(r) bergantung terhadap tiga hal, yaitu harga pembelian, deviden dan kenaikan harga. Hal ini karena, potensi pendapatan atau keuntungan dari bermaian saham didapat dari dua jenis pendapatan yaitu, deviden dan capital gain. 
Sebagin contoh, bila seorang investor membeli saham PT. A seharga Rp 5.000/lembar sahamnya sebanyak 2 lot (1000 lembar saham) maka total investasinya sebanyak Rp.5 juta. Diharapkan tahun depan, perusahaan A akan membagikan dividen sebesar Rp 200/ lembar sahamnya dan pada saat itu harga dari saham mengalami kenaikan sampai harga Rp.5.600. Sehingga E(r) investor tersebut adalah sebesar 16 persen/tahun [(5600+200-5000)/5000)].
Ekspektasi tingkat pengembalian dapat diukur dan diperhitungkan dengan adanya horizon waktu yang telah ditetapkan. Dikaitkan dengan perencanaan investasi yang akan seharusnya Anda lakukan, penetapan horizon waktu harus disesuaikan dengan jangka waktu pencapaian tujuan keuangan yang Anda dan keluarga inginkan.

Risiko 
Risiko merupakan penyimpangan dari ekspektasi tingkat pengembalian yang diharapkan, karena bisa saja, harga saham yang diharapkan naik malah mengalami penurunan atau Anda mengharapkan perusahaan akan beroperasi dengan baik dan mendapatkan keuntungan ternyata malah mengalami kerugian yang berakibat perusahaan harus memutuskan untuk tidak memberikan deviden kepada para pemegang sahamnya. 
Dalam mengambil keputusan untuk bertransaksi di saham, investor sebaiknya juga mempertimbangkan tingkat toleransi mereka terhadap risiko. Jangan sampai bermain saham membuat Anda tidak bisa tidur dan stres. 
Seorang investor dapat dikatakan risk averse (menghindari risiko) di mana mereka hanya mau mengambil investasi tanpa risiko atau risk-free investment. Sedangkan risk neutral (tidak mempertimbangkan risiko) adalah kelopok investor yang melihat investasi dengan risiko tinggi hanya sebatas ekspektasi tingkat pengembaliannya. 
Yang terakhir adalah risk lover (menyukai risiko). Investor kelompok ini adalah mereka yang suka dengan risiko, di mana mengambil investasi dengan tingkat risiko tinggi juga karena kesenangan mereka terhadap risiko.
Jadi perlu adanya pertimbangan dalam menentukan tingkat toleransi Anda terhadap risiko agar Anda dapat memilih atau menentukan perimbangan yang optimal dari ekpekasi tingkat pengembalian dengan risiko dalam bertransaksi saham.
Menentukan tingkat toleransi Anda terhadap risiko dipengaruhi oleh banyak hal seperti usia, tingkat pendapatan, lingkungan di mana Anda dibesarkan, jangka waktu investasi, keadaan psikologis Anda dan masih banyak lagi. Bila secara keuangan Anda sudah mapan, di mana investasi yang Anda lakukan di saham tidak akan banyak mempengaruhi keadaan keuangan keluarga Anda maka secara mudah akan mengambil risiko yang tinggi. 
Tapi bila investasi yang Anda lakukan pada instrumen saham sangat besar pengaruhnya terhadap kondisi keuangan Anda dana keluarga khsususnya untuk jangka panjang, maka Anda cenderung berhati-hati dalam menentukan risiko yang akan diambil.

Premi Risiko (Pr)
Premi risiko adalah besarnya tambahan tingkat pengembalin yang diharapkan investor, sebagai kompensasi atas kesanggupan untuk menanggung risiko yang lebih besar. Secara matematis Pr merupakan selisih dari E(r) dengan suku bunga bebas risiko (rf). Tingkat suku bunga SBI atau deposito bisa menjadi pendekatan terhadap angka rf. Misalkan rf adalah sebesar 10 persen/tahun (berdasarkan tingkat suku bunga deposito) dan E(r) dari investor adalah 15 persen/tahun, sehingga investor mengharapkan nilai kompensasi sebesar 5 persen untuk risiko yang harus ditanggung. 
Logikanya, investor tidak akan membeli saham bila E(r)nya £ rf, karena akan lebih aman menempatkan dana dalam bentuk deposito yang memberikan tingkat pengembalian yang pasti (tanpa risiko).

Pendapatan 
Dalam uraian di awal pembahasan telah diberikan bahwa terdapat 2 (dua) potensi keuntungan dalam bermain saham, yaitu deviden dan capital gain. Melihat potensi keuntungan yang bisa didapat, bila Anda melihat jangka waktu yang panjang, saham dengan dividend yield-dividen atau saham dibagi harga 1 lembar saham di pasar-tinggi dapat menjadi alternatif pilihan. Di mana Anda akan memegang saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan dividen yang regular setiap tahun. Sedangkan untuk investor yang tidak mengharapkan deviden dalam jangka waktu pendek, memilih saham perusahaan yang tingkat pertumbuhan labanya tinggi (growth stock). 
Perusahaan sejenis ini biasanya tidak membagikan deviden atau memberikan deviden dalam jumlah kecil dan sebagian besar keuntungan perusahaan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan. Dalam jangka waktu panjang, investor diharapkan akan mendapatkan keuntungan atau pendapatan dalam bentuk kenaikan harga saham.
Bila Anda melihat atau memperhatikan Bursa Efek Jakarta, maka Anda akan mendapatkan sebagian besar dari investor individu yang bermain di sana hanyalah investor jangka pendek. Perusahaan sekuritas atau dana pensiun akan lebih melihat portofolio sahamnya dalam jangka waktu yang lebih panjang. Tetapi sayangnya dengan keadaan pasar modal saat ini yang kurang bergairah, membuat banyak investor, baik individu maupun institusi menunda waktunya untuk mengalokasikan atau menginvestasikan dananya di bursa saham. Semakin hari total volume transaksi di bursa efek kian tipis. Hal ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain keadaan ekonomi atau politik di Indonesia yang masih kurang kondusif.

Pajak 
Setiap keuntungan atau pendapatan dari berbagai jenis investasi akan selalu dibebani oleh pajak. Demikian pula dengan investasi saham. pendapatan Anda dari deviden pasti dikenai pajak, demikian juga dengan pendapatan dari capital gain. 
Perbedaannya, pajak dari capital gain baru dikenakan jika investor memperoleh keuntungan dari penjualan sahan yang dimilikinya. Hal ini mengapa perlu dipertimbangkan karena pajak bisa sangat mempengaruhi keuntungan yang potensial untuk Anda peroleh.
Sendi dasar dari semua bentuk investasi adalah adanya aturan main yang jelas dan transparan. Dalam bermain saham, para investor juga sangat mengharapkan bahwa bursa yang ada juga memberikan semua ini kepada mereka, sehingga para investor yang bermain di bursa tidak merasa dirugikan. Aturan, baik aturan pajak maupun aturan main para member Bursa harus dipegang teguh, sehingga memberikan nilai tambah kepada pasar itu sendiri. Yang pada akhirnya akan menarik investor untuk turut berpartisipasi dalam transaksi di Bursa khususnya saham.

Biaya Transaksi 
Melakukan jual beli di bursa saham tidaklah gratis, investor dalam hal ini harus membayar biaya transaksi. Besarnya biaya transaksi sekitar 0,033 persen dari total biaya pembelian saham. Biaya transaksi lain adalah komisi, di mana besarnya bergantung dengan perusahaan pialang Anda, kisaran besarnya biaya komisi adalah 0.2 persen dari total harga pembelian saham. Hal ini karena perdagangan di bursa menggunakan jasa pialang (broker).
Sebelum melakukan perdagangan di bursa saham maka sebaiknya Anda mengetahui berbagai biaya yang harus Anda keluarkan setiap kali Anda melakukan perdagangan atau jual beli saham. Sehingga hal ini tidak membuat Anda bingung dan merasa dirugikan di kemudian hari.

Kondisi Keuangan Anda
Kondisi keuangan keluarga saat ini, yang menurut hemat kami perlu menjadi pertimbangan paling awal sebelum Anda memutuskan untuk bermain saham di Bursa. Bila Anda ingin ikut bertransaksi saham maka sebaiknya Anda sudah menganggarkan dana memang untuk investasi ini. Kebutuhan akan dana darurat atau pos dana untuk emergency fund harus dialokasikan terlebih dahulu. Jangan Anda menggunakan dana ini untuk berinvestasi. Karena kebutuhan yang tidak terduga, penempatan dalam investasi yang likuid menjadi prioritas.
Melakukan transaksi saham sebaiknya dilakukan bila keadaan keuangan keluarga Anda sudah cukup mapan. Mapan di sini diartikan sebagai keadaan di mana Anda memiliki dana yang cukup besar untuk turut berinvestasi di Bursa saham. Jadi berinvestasi dalam Bursa saham jangan sampai malah merusak tatanan keuangan keluarga yang telah Anda bangun bersama selama ini.
Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah waktu yang Anda miliki untuk mengikuti perubahan atau analisa untuk membeli saham tertentu. Bila waktu Anda terbatas maka sebaiknya Anda mencoba dulu untuk bermain di Reksadana saham. Dengan bertransaksi Reksadana pengelolaan dana Anda serahkan kepada menejer investasi profesional. 
Jadi banyak faktor yang perlu Anda pertimbangkan dan dipikirkan matang-matang sebelum Anda terjun ke dalam Bursa saham. Faktor-faktor di atas merupakan gambaran kasar dari seluk beluk investasi saham. Masih banyak ilmu yang harus ditimba, sehingga Anda mendapatkan keseimbangan komposisi tingkat pengembalian dengan risiko yang terkandung. Semoga pembahasan singkat ini memberikan masukan dan tambahan bahan pertimbangan agar Anda dapat mengambil keputusan terbaik bagi keuangan atau investasi yang Anda lakukan

Masukan Emailmu Untuk Langganan Artikel Ecotax (Free):

Delivered by FeedBurner

No comments:

Post a Comment

Sebagai pengunjung blog yg baik jgn lupa y tinggalkan komentar, saran atau y itu gak usah dibilang agan2 semua tau kan, agar blog ini bisa terus memberikan informasi pada agan - agan semua.