Monday, August 25, 2014

Metode Pemisahan Biaya Campuran Ke dalam komponen tetap dan variabel



   Terdapat 3 metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel, yaitu :
1.      Metode Tinggi Rendah
2.      Metode Scatterplot
3.      Metode Kuadrat Terkecil
   Setiap metode menghendaki kita membuat asumsi penyederhanaan hubungan biaya linear. Biaya – biaya campuran dianggap mengikuti hubungan linear berikut :

     
Y = F + VX
 
      Y = total biaya aktivitas ( variabel tidak bebas )
      F  = komponen biaya tetap ( parameter titik potong )
      X = ukuran keluaran aktivitas ( variabel bebas )
      V = biaya variabel / unit aktivitas.

   Karena catatan akuntansi hanya menyatakan X dan Y maka nilai – nilai tersebut harus digunakan untuk mengestimasi parameter F dan V, dengan begitu komponen tetap dan variabel dapat diestimasi dan perilaku biaya campuran dapat diperediksi ketika penggunaan aktivitas berubah.

1.      Metode Tinggi Rendah.
Pada metode ini, dua titik yang dipilih dari scattergraph adalah titik tertinggi dan titik terendah berkenaan dengan tingkat aktivitas. Dua titik ini kemudian digunakan untuk menghitung titik potong dan kemiringan garis dimana kedua titik tersebut terletak.
Persamaan untuk menentukan kemiringan dan perpotongan adalah sebagai berikut :

V = Perubahan_biaya  =  ( Y2 – Y1 )
        Perubahan aktivitas        ( X2 – X1 )


F = Total biaya campuran – biaya variabel = Y2 – VX2 atau Y1 – VX1


2.      Metode Scatterplot
Pada metode ini menyangkut pemeriksaan scattergraph dan pemilihan dua titik yang tampaknya terbaik untuk mewakili hubungan antara biaya dan aktivitas.
Langkah pertama dalam metode ini kita harus memplot titik data sehingga hubungan antara biaya persiapan dan tingkat aktivitas dapat terlihat.




3.      Metode Kuadrat Terkecil
Metode ini menggunakan semua tititk data pada scattergraph dan menghasilkan suatu garis terbaik untuk semua titik. Garis terbaik adalah garis yang terdekat ke semua titik yang diukur melalui penjumlahan kuadrat deviasi titik – titik tersebut dari garis.
Garis yang lebih mendekati titik dibandingkan garis yang lainnya disebut  garis kecocokan terbaik yaitu garis dengan jumlah kuadrat deviasi terkecil.
Rumus untuk menghasilkan garis terbaik :

             ( ∑XY - ∑X ∑Y / n )
     V = ---------------------------
             ( ∑X2 – ( ∑X )2  / n )


             ∑Y             ∑X
     F = ------  - V   --------
              n                  n



Persentase variabilitas variabel tidak bebas yang dijelaskan oleh suatu variabel bebas disebut koefisien determasi. Seamakin tinggi persentase variabelitas yang diterangkan semakin baik garisnya. Nilainya berkisar 0 – 1 koefisien determasi diberi tanda R2.

            V ( ∑XY - ∑X  ∑Y  / n )
    R = -----------------------------
              ( ∑Y2 – ( ∑Y )2  / n )


Koefisien Relasi adalah akar dari koefisien determasi. Nilai koefisien korelasi – 1 dan +1

Untuk contoh soal dan jawabannya. klik : Disini

Masukan Emailmu Untuk Langganan Artikel Ecotax (Free):

Delivered by FeedBurner

No comments:

Post a Comment

Sebagai pengunjung blog yg baik jgn lupa y tinggalkan komentar, saran atau y itu gak usah dibilang agan2 semua tau kan, agar blog ini bisa terus memberikan informasi pada agan - agan semua.