Wednesday, July 9, 2014

contoh soal dan jawaban tentang persediaan.



PT. Ramalan Terang Selama Tahun 2010 Mempunyai Data Sebagai Berikut :

            Sediaan produk dalam proses awal sebanyak 10 unit dengan tingkat penyelesaian BBB 100%, BTKL 50%, dan BOP 50%. Sediaan produk dalam proses akhir diangggarkan dengan tingkat penyelesaian BBB 100%, BTKL 50% dan BOP 50%. Harga pokok sttandar per unit produk sebesar Rp4.100, terdiri atas : biaya bahan baku ( BBB ) Rp1.000, biaya tenaga kerja langsung ( BTKL ) Rp1.100, dan biaya
overhead ( BOP ) sebesar Rp2.000. Sediaan produk jadi awal tahun 2010 adalah 200 unit. Jualan dianggarkan 2.200 unit @ Rp5.530. Manajemen menetapkan tingkat perputaran produk jadi ( TPSPJ ) 14,66667 kali , dan tingkat perputran sediaan prodik dalam proses ( TPSPDP ) 225,09804 kali. Perhitungngan Unit ekuivalen produk menggunakan metode masuk pertama keluar pertama ( MPKP/FIFO ). Kapasitas normal dicapai pada tingkat kapasitas sekarang ini. Berdasarkan data tersebut hitunglah :
1.      Sediaan produk jadi akhir yang diangggarkan dalam unit dan Rp.
2.      Harga pokok jualan yang dianggarkan.
3.      Produk yang siap dijual.
4.      Laba kotor
5.      Harga pokok produk jadi
6.      Sediaan produk dalam proses yang dianggarkan dalam unit dan Rp.
7.      Biaya produksi dan produk yang dihasilkan berapa unit.
8.      Biaya Overhead
9.      Biaya bahan baku
10.  Biaya tenaga kerja langsung

Jawab :
1.      Sediaan Produk Jadi Akhir :
Harga Pokok Produk     X   2   - Persediaan Awal
           TPSPJ
             
                       
                                     2.200       X   2  - ( 200 )  = 100 Unit
                                  14,66667
                                 
                   Produk Jadi Akhir ( unit ) setelah pembulatan = 100 Unit.
                Produk Jadi Akhir ( Rp ) setelah pembulatan = 100 X 4.100 = Rp410.000


2.      Harga Pokok Penjualan :
Unit yang dijual x Biaya produksi ( BBB + BTKL + BOP )
2.200    x Rp4.100 = Rp9.020.000

3.      Produk Siap dijual.
Persediaan Jadi Awal + Unit yang dijual
200 Unit + 2.200 Unit  = 2.400  Unit

4.      Laba Kotor :
Penjualan ( 2.200 x Rp5.530 )  …………………………….   Rp12.166.000
HPP ( 2.200 x Rp4.100 )  ………………………………….    Rp  9.020.000
Laba Kotor …………………………………………………    Rp3.146.000

5.      Harga pokok produk jadi / siap dijual :
Produk siap dijual x Biaya Produksi
2.400 Unit x Rp4.100 = Rp9.840.000

6.      Sediaan Produk Dalam Proses :
Harga pokok produk  X  2 – (  Sediaan Awal Produk dalam Proses )
           TPSPDP

             2.200  X   2 – ( 10 ) = 10 Unit
          225,09804

Produk dalam proses akhir ( unit ) setelah pembulatan = 10 Unit
Produk dalam proses akhir ( Rp ) = 10 x Rp4.100 = Rp41.000

7.      Produk yang dihasilkan
P. Jadi Awal + Unit Terjual – P. Jadi Akhir
200 Unit + 2.200 Unit – 100 Unit = 2.300 Unit
Biaya Produksi :
2.300 Unit x Rp4.100 = Rp9.430.000

8.      Biaya Overhead Pabrik ( BOP )
2.300 Unit x Rp2.000 = Rp4.600.000

9.      Biaya Tenaga Kerja Langsung ( BTKL )
2.300 Unit x Rp1.100 = Rp2.530.000

10.  Biaya Bahan Baku ( BBB )
2.300 Unit x Rp1.000 = Rp2.300.000

Masukan Emailmu Untuk Langganan Artikel Ecotax (Free):

Delivered by FeedBurner

No comments:

Post a Comment

Sebagai pengunjung blog yg baik jgn lupa y tinggalkan komentar, saran atau y itu gak usah dibilang agan2 semua tau kan, agar blog ini bisa terus memberikan informasi pada agan - agan semua.